AFEO Mid Term Meeting 2017 di Singapura: Memperkuat Standar dan Mobilitas Insinyur ASEAN

Deskripsi blog

7/19/20172 min read

Singapura, 16–18 Juli 2017 — ASEAN Federation of Engineering Organizations (AFEO) kembali menggelar AFEO Mid Term Meeting yang kali ini dituanrumahi oleh The Institution of Engineers, Singapore (IES). Kegiatan berlangsung di IES Green Building @ Bukit Tinggi, Singapura, dan menjadi forum strategis bagi institusi keinsinyuran se-ASEAN dalam memperkuat kerja sama regional.

AFEO merupakan organisasi non-pemerintah yang beranggotakan institusi teknik dan organisasi profesi insinyur dari negara-negara ASEAN. Organisasi ini bertujuan mempromosikan interaksi, kolaborasi, dan hubungan baik antarinsinyur di kawasan, sekaligus mengembangkan standar dasar profesi keinsinyuran ASEAN. Upaya ini diwujudkan melalui pembentukan ASEAN Engineer Register (AER) yang bertujuan memfasilitasi mobilitas insinyur antarnegara ASEAN, sejalan dengan semangat ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan liberalisasi jasa profesional dalam menghadapi globalisasi sesuai inisiatif Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

AFEO Mid Term Meeting 2017 diikuti oleh perwakilan dari sepuluh institusi keinsinyuran ASEAN, yakni Institution of Engineers Malaysia (IEM), Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Philippine Technological Council (PTC), Institution of Engineers Singapore (IES), Engineering Institute of Thailand (EIT), Pertubuhan Ukur Jurutera dan Arkitek (PUJA) Brunei, Vietnam Union of Science and Technological Associations (VUSTA), Myanmar Engineering Society (MES), Engineering Institution of Cambodia (EIC), serta perwakilan dari Lao PDR.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan programme overview yang dikemas secara interaktif, termasuk kegiatan cycling tour yang menjadi sarana membangun kebersamaan sekaligus forum informal untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman antar delegasi negara ASEAN. Pendekatan ini mencerminkan semangat kolaboratif AFEO dalam membangun jejaring profesional lintas negara.

Pada hari kedua, agenda utama berupa sesi pertemuan teknis yang dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja. Salah satu sesi yang menjadi sorotan adalah Educational and Capacity Building, yang membahas perkembangan akreditasi pendidikan tinggi teknik di ASEAN, model Continuing Professional Development (CPD) untuk sistem sertifikasi ASEAN Engineer, serta isu-isu strategis lainnya terkait peningkatan kapasitas insinyur kawasan.

Sesi lain yang tak kalah menarik adalah Energy Working Group, di mana Ir. Yau Chau Fong dari EETD IEM mempresentasikan Electrical Inspection Guidelines for ASEAN Countries. Paparan ini membuka diskusi mengenai pentingnya harmonisasi standar inspeksi kelistrikan guna meningkatkan keselamatan, kualitas instalasi, dan keseragaman praktik teknik di negara-negara ASEAN.

Memasuki hari ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan AFEO Governing Board Meeting yang diselenggarakan di Hotel Mercure, Singapura. Pertemuan ini membahas arah kebijakan dan program strategis AFEO ke depan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan technical visit ke salah satu proyek high-rise building di Singapura, yang memberikan gambaran langsung mengenai penerapan teknologi konstruksi modern, manajemen proyek, dan standar keselamatan bangunan di negara tersebut.

AFEO Mid Term Meeting 2017 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi institusi keinsinyuran ASEAN. Melalui forum ini, para insinyur tidak hanya membahas kebijakan dan standar, tetapi juga membangun pemahaman bersama untuk menghadapi tantangan global, meningkatkan mobilitas profesional, serta mendorong kualitas praktik keinsinyuran di kawasan Asia Tenggara.