Kunjungan Peserta Rapimnas PII ke Proyek Strategis

1/25/20232 min read

Reportase Kunjungan Rapimnas PII ke PT Kilang Pertamina Balikpapan (RDMP Balikpapan)

Tanggal: 24 Januari 2023

Kunjungan peserta Rapat Pimpinan Nasional Persatuan Insinyur Indonesia (Rapimnas PII) ke PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) memberikan wawasan langsung mengenai perkembangan megaproyek RDMP Balikpapan. Dengan progres konstruksi mencapai 58,83% dan 94 juta jam kerja tanpa kecelakaan, proyek ini menegaskan komitmen terhadap peningkatan kapasitas, kualitas produk, serta keselamatan kerja di salah satu proyek strategis nasional terbesar Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) yang diselenggarakan di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Minggu pagi (22/1), sebanyak 30 peserta Rapimnas melakukan kunjungan lapangan ke PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB)—proyek nasional strategis yang lebih dikenal sebagai RDMP (Refinery Development Master Plan) Balikpapan.

Rombongan PII yang dipimpin oleh Prastiwo Anggoro disambut hangat oleh Direktur Operasi PT KPB, Arafat Bayu, bersama jajaran manajemen proyek. Proyek pengembangan kilang senilai USD 7,247 miliar ini merupakan salah satu proyek energi terbesar yang tengah dikerjakan Pertamina.

Perkembangan Proyek: Progres Melebihi Target

Dalam paparannya, Arafat Bayu, yang juga menjabat sebagai General Manager Pertamina Refinery Unit V, menyampaikan bahwa perkembangan pembangunan proyek RDMP Balikpapan telah mencapai 58,83%, atau 0,56% di atas target.

Arafat menekankan bahwa proyek ini memiliki tiga objective utama:

1. Peningkatan Kapasitas Kilang

Dari 260 KBPD menjadi 360 KBPD, menjadikan Kilang Pertamina Balikpapan sebagai kilang terbesar di Indonesia.

2. Peningkatan Kualitas Produk

Dari standar EURO II menjadi EURO V, sehingga menghasilkan produk bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.

3. Peningkatan Kompleksitas Kilang

Peningkatan nilai Nielsen Complexity Index (NCI) dari 3,7 menjadi 8, menunjukkan efisiensi teknis dan kemampuan pengolahan yang jauh lebih tinggi.

Keselamatan Kerja dan Keterlibatan Tenaga Kerja

Selanjutnya, Sabar P. Simatupang, selaku Vice President Project Control & Quality Assurance PT KPB, menjelaskan bahwa proyek ini telah menyerap 19.364 tenaga kerja, dan diperkirakan akan melibatkan sekitar 600 pekerja saat kilang mulai beroperasi penuh.

Salah satu capaian monumental proyek ini adalah keberhasilan mencapai 94,1 juta jam kerja tanpa kecelakaan (zero accident).

“Ini pencapaian yang sangat membanggakan, mengingat pekerjaan dilakukan berdampingan dengan kilang existing yang tetap beroperasi aktif,” ujar Sabar.

Apresiasi dari Persatuan Insinyur Indonesia

Perwakilan rombongan Rapimnas PII, Prastiwo Anggoro, menyampaikan apresiasinya atas sambutan ramah dan keterbukaan manajemen PT KPB.

“PII siap mendukung penuh PT KPB, terutama para engineer yang terlibat dalam proyek strategis nasional ini, untuk bergabung dalam Program Profesi Insinyur Profesional yang diselenggarakan PII,” tegas Prastiwo.

Setelah sesi pemaparan, rombongan PII diajak langsung berkeliling meninjau area megaproyek RDMP Balikpapan, didampingi oleh tim manajemen PT KPB.

Kunjungan ini memberikan wawasan komprehensif mengenai progres pembangunan kilang, penerapan standar keselamatan, serta komitmen PT KPB dalam mendukung ketahanan energi nasional.