Add your promotional text...
Pembelajaran Langsung Melalui Kunjungan Forum Insinyur Muda PII ke Proyek MRT Jakarta Fase 2
11/21/20243 min read


Kunjungan Forum Insinyur Muda PII ke Proyek MRT Jakarta Fase 2: Memperluas Wawasan, Memperkuat Kolaborasi
Jakarta, 21 November 2024 — Suasana penuh antusiasme tampak di pagi hari ketika jajaran Forum Insinyur Muda Persatuan Insinyur Indonesia (FIM PII) melaksanakan kunjungan lapangan ke Proyek MRT Jakarta Fase 2. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting FIM PII dalam rangka memperkuat pemahaman anggotanya terhadap pembangunan infrastruktur strategis nasional, khususnya transportasi berbasis rel bawah tanah yang menjadi tulang punggung mobilitas masa depan Jakarta.
Dipimpin oleh Ketua Umum FIM PII, Ir. Haudhi Ramdayuza, dan Sekretaris FIM PII, Ir. Isditya Jayanegara, rombongan yang terdiri dari pengurus dan anggota FIM Pusat memulai perjalanan dari Novotel Gajah Mada Hotel. Dari titik kumpul ini, mereka bergerak menuju lokasi proyek untuk melihat lebih dekat progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2, yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota.
Melihat Langsung Progres MRT Jakarta Fase 2
Pihak PT MRT Jakarta memberikan pemaparan menyeluruh mengenai pengembangan MRT Jakarta, yang terbagi dalam empat fase utama:
Fase 1 (Lebak Bulus–Bundaran HI), Fase 2 (Bundaran HI–Kota hingga Ancol), Fase 3 (Balaraja–Cikarang), dan Fase 4 (Fatmawati–Kampung Rambutan).
Fase 2 sendiri memiliki panjang sekitar 11,8 km, dan ketika keseluruhannya rampung, jalur utara–selatan MRT Jakarta akan menjangkau 27,8 km, dengan waktu tempuh hanya 45 menit dari Lebak Bulus ke Stasiun Kota.
Proyek ini juga mengadopsi teknologi kendali kereta CBTC Level 2, yang memungkinkan operasi otomatis dengan tingkat keselamatan tinggi – sebuah lompatan modern yang tidak hanya menekan potensi human error, tetapi juga meningkatkan efisiensi perjalanan.
Rincian Fase 2A dan 2B
Fase 2A (5,8 km):
Termasuk tujuh stasiun bawah tanah—Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.Fase 2B (6 km):
Menghubungkan Kota dengan Mangga Dua, Ancol, hingga depo baru di Ancol Barat. Saat ini masih dalam tahap studi kelayakan.
Untuk progres pembangunan, segmen Bundaran HI–Harmoni ditargetkan selesai 2027, sedangkan segmen Harmoni–Kota direncanakan rampung 2029.
Kolaborasi Berskala Besar
Proyek MRT Jakarta Fase 2 tidak hanya berdiri atas kerja teknis di lapangan, tetapi juga melibatkan koordinasi lintas lembaga:
Pemerintah Pusat, Pemprov DKI Jakarta, PT MRT Jakarta, dan dukungan pembiayaan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Berbagai dinamika perencanaan anggaran, teknis kontrak, hingga desain integrasi menjadi salah satu insight berharga bagi para insinyur muda yang hadir.
Peran FIM PII dalam Edukasi dan Peningkatan Kapasitas
FIM PII menegaskan bahwa kunjungan seperti ini adalah bagian dari program pengembangan kompetensi yang berkelanjutan. Melalui observasi langsung, para insinyur muda dapat memahami parameter pembangunan, tantangan implementasi di lapangan, serta bagaimana proyek infrastruktur besar dikelola secara komprehensif.
Ir. Haudhi menekankan bahwa FIM PII berkomitmen untuk terus menjadi jembatan antara institusi profesi dan generasi insinyur muda, sekaligus membantu menyebarkan informasi teknik secara akurat kepada masyarakat luas.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan dokumentasi, menegaskan bahwa masa depan infrastruktur Indonesia akan semakin kuat apabila ditopang oleh kolaborasi, inovasi, dan kapasitas SDM yang terus berkembang.











