Add your promotional text...
IAP DKI Jakarta Hadirkan Anies Baswedan dalam Kongres Wilayah: Memperkuat Kolaborasi untuk Masa Depan Jakarta
Kegiatan ini menegaskan komitmen IAP DKI Jakarta untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjawab tantangan perkotaan, mendorong regenerasi kota, serta menghadirkan pendekatan perencanaan yang partisipatif, terintegrasi, dan berkelanjutan
11/10/20192 min read


Jakarta, 11 Oktober 2019 — Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia (IAP) Provinsi DKI Jakarta sukses menyelenggarakan Kongres Wilayah IAP DKI Jakarta yang berlangsung di Sheraton Grand Hotel, Gandaria City, Jakarta Selatan. Forum strategis ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi organisasi, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat peran perencana kota melalui dialog langsung dengan pemangku kebijakan tertinggi di Ibu Kota.
Dalam kongres tersebut, Dhani Muttaqin kembali terpilih sebagai Ketua IAP Provinsi DKI Jakarta untuk periode kedua, mencerminkan kepercayaan dan kesinambungan kepemimpinan dalam mengawal isu-isu strategis perkotaan Jakarta. Kongres ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sebagai pembicara utama yang memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi rangkaian kegiatan.
Di bawah kepemimpinan Dhani Muttaqin, IAP DKI Jakarta menegaskan kesiapan untuk berkolaborasi aktif dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menyelesaikan berbagai persoalan perkotaan serta mendukung penuh agenda urban regeneration yang tengah dan akan dijalankan. Menurut Dhani, kolaborasi antara pemerintah dan komunitas perencana profesional merupakan kunci dalam menghadirkan solusi kota yang berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan warga.
“IAP DKI menyambut baik ajakan Pak Gubernur Anies untuk berkolaborasi dalam mencari solusi atas permasalahan Jakarta. Kami memiliki sumber daya perencana kota yang mumpuni dan siap terlibat tidak hanya pada tahap perencanaan, tetapi juga dalam aksi nyata di lapangan,” ujar Dhani, yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI).
Salah satu inisiatif strategis yang disampaikan adalah program One Planner One Kecamatan (OP OK), sebuah gagasan yang menempatkan satu perencana kota untuk mendampingi setiap kecamatan dalam penataan kawasan dan kampung. Program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi langsung IAP DKI dalam memperkuat perencanaan berbasis wilayah. Namun demikian, Dhani menekankan bahwa realisasi program tersebut membutuhkan dukungan penuh dari Pemprov DKI Jakarta, mengingat aspek kewenangan dan pembiayaan berada pada pemerintah daerah.
Selain itu, IAP DKI Jakarta juga telah berkolaborasi dengan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta dalam proses penyerapan aspirasi publik terkait revisi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) DKI Jakarta, yang ditargetkan rampung pada tahun berikutnya. Kolaborasi ini menjadi contoh konkret peran IAP sebagai mitra strategis pemerintah dalam perencanaan kota yang partisipatif.
Dalam pidatonya, Gubernur Anies Baswedan menegaskan bahwa tantangan perkotaan ke depan tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan konvensional. Ia menekankan pentingnya paradigma kolaborasi, di mana pemerintah berperan sebagai kolaborator dan masyarakat sebagai co-creator, bukan sekadar konsumen kebijakan.
“Ke depan, penyelesaian masalah kota harus dilakukan bersama. Ketika kita menemukan persoalan, publik harus dilibatkan sejak awal untuk ikut merumuskan solusinya. Dengan begitu, kita tidak berjalan sendiri-sendiri,” tegas Anies.
Anies juga menyoroti pentingnya pembangunan Jakarta yang berbasis tata ruang dan transportasi massal terintegrasi, dengan orientasi pada simpul-simpul transit. Menurutnya, perencanaan transportasi publik harus selaras dengan rencana tata ruang, sehingga pembangunan kota berjalan secara terpadu dan berkesinambungan.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong transformasi kota yang ramah pejalan kaki sebagai bagian dari perubahan cara pandang pembangunan perkotaan. “Bukan hanya wajah fisik kota yang berubah, tetapi juga cara berpikirnya. Ketika kaki dipandang sebagai alat transportasi, maka pemerintah wajib menyiapkan infrastruktur pendukungnya,” ujar Anies.
Kongres Wilayah IAP DKI Jakarta ini juga dihadiri oleh Ketua Umum IAP, Dr. Phil. Hendicrus Andy Simarmata, S.T., M.Si., IAP, yang menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kongres dan mengucapkan selamat kepada Dhani Muttaqin atas terpilihnya kembali sebagai Ketua IAP DKI Jakarta.
Melalui forum ini, IAP DKI Jakarta menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan arah pembangunan kota Jakarta. Kehadiran tokoh nasional dan dialog substansial yang terbangun menjadikan kegiatan ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan panggung kolaborasi profesional yang visioner dan berkelas dalam merancang masa depan Ibu Kota.





