Menghadiri Dialog Nasional Insinyur Indonesia di Padang Sebagai Utusan Perwakilan Wilayah

Kongres XXI PII 2018 di Padang menjadi momentum konsolidasi nasional insinyur Indonesia dalam menjawab tantangan pembangunan infrastruktur, transformasi industri, dan penguatan peran profesi keinsinyuran untuk masa depan Indonesia

12/10/20183 min read

Kongres Persatuan Insinyur Indonesia 2018: Konsolidasi Insinyur Nasional untuk Pembangunan Nusantara

Kongres Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Tahun 2018 kembali digelar sebagai agenda organisasi yang berlangsung secara rutin setiap tiga tahun sekali. Untuk periode ini, Kota Padang, Sumatera Barat, dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kongres yang dihadiri sedikitnya 1.500 insinyur dari seluruh penjuru Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Kehadiran ribuan insinyur tersebut mencerminkan semangat konsolidasi dan komitmen profesi keinsinyuran dalam mendukung pembangunan nasional.

Kongres yang berlangsung selama dua hari, pada 6–7 Desember 2018, secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak H. Muhammad Jusuf Kalla. Dalam sambutannya, Wakil Presiden menegaskan peran strategis insinyur Indonesia dalam mengawal dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur nasional. Insinyur tidak lagi diposisikan semata sebagai pelaksana teknis, melainkan sebagai inovator, pemikir, dan pemimpin yang mampu melahirkan karya keinsinyuran bernilai tambah bagi bangsa.

Lebih lanjut, Wakil Presiden menyampaikan apresiasi atas kemampuan insinyur Indonesia yang dinilai telah mampu memimpin berbagai proyek strategis berskala besar, baik di sektor infrastruktur PUPR maupun sektor lainnya. Kapasitas tersebut menunjukkan bahwa sumber daya insinyur nasional memiliki kompetensi, integritas, dan daya saing yang semakin matang dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Selain agenda kongres, kegiatan ini juga dirangkai dengan Dialog Nasional yang menghadirkan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Ir. Airlangga Hartarto, MMT., MBA., IPU. Dalam paparannya, Menteri Perindustrian mengulas kesiapan Indonesia menghadapi era Industri 4.0, termasuk arah kebijakan dan program strategis pemerintah dalam mendorong transformasi industri nasional berbasis teknologi dan inovasi.

Ir. Airlangga menekankan bahwa insinyur memiliki peran kunci dalam mengakselerasi adopsi teknologi digital, otomasi, dan sistem industri cerdas. Dengan latar belakangnya sebagai aktivis keinsinyuran dan mantan Ketua Umum PII periode 2006–2009, beliau memahami secara mendalam potensi besar insinyur Indonesia sebagai penggerak utama industrialisasi dan peningkatan daya saing nasional.

Memasuki hari kedua, kongres difokuskan pada sidang-sidang organisasi, termasuk penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum PII Periode 2015–2018 oleh Dr. Ir. Hermanto Dardak, IPU. Setelah melalui proses pembahasan dan evaluasi, laporan tersebut diterima oleh peserta kongres dengan penilaian kinerja yang memuaskan, sebagai bentuk apresiasi atas kerja organisasi selama satu periode kepengurusan.

Sidang komisi turut dilaksanakan secara paralel untuk membahas berbagai agenda strategis, antara lain Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), Program Kerja, Majelis Kehormatan Etik, serta isu-isu kelembagaan lainnya. Seluruh hasil pembahasan komisi kemudian diplenokan dalam sidang besar, termasuk finalisasi tata tertib pemilihan pimpinan PII untuk periode berikutnya.

Kongres PII 2018 selanjutnya menetapkan Dr. Ir. Heru Dewanto, MSc., IPU sebagai Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Periode 2018–2021, didampingi oleh Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga, IPU sebagai Wakil Ketua Umum. Dr. Ir. Heru Dewanto sebelumnya menjabat Wakil Ketua Umum PII Periode 2015–2018 dan dikenal sebagai CEO & President Director PT Cirebon Power, sementara Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR.

Dalam pidato perdananya, Ketua Umum terpilih menegaskan tiga tantangan utama yang dihadapi insinyur Indonesia saat ini, yaitu menghubungkan ribuan pulau melalui pembangunan infrastruktur transportasi, menghubungkan pikiran lebih dari 260 juta penduduk melalui penguatan infrastruktur digital seperti Program Palapa Ring, serta menerangi dan mencerdaskan bangsa melalui program elektrifikasi nasional. Untuk menjawab tantangan tersebut, ia menekankan pentingnya percepatan penerbitan regulasi turunan keinsinyuran guna memperkuat kepastian hukum dan standar profesionalisme insinyur.

Kongres ini juga mengumumkan susunan awal kepengurusan PII Periode 2018–2021, antara lain Teguh Haryono sebagai Sekretaris Jenderal, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Bendahara Umum, Faisal Safa sebagai Direktur Eksekutif, serta Ilham Akbar Habibie sebagai Ketua Dewan Direksi CEIPS. Kehadiran jajaran pengurus ini diharapkan mampu memperkuat peran organisasi secara nasional maupun internasional.

Sejumlah tokoh nasional, pejabat kementerian, serta perwakilan PII Wilayah dan Cabang dari seluruh Indonesia turut hadir dalam kongres ini. Dari Sulawesi Selatan, tercatat sedikitnya 14 cabang PII hadir, termasuk PII Cabang Makassar dan Luwu Timur, yang menunjukkan soliditas dan partisipasi aktif daerah dalam dinamika organisasi nasional.

Melalui penyelenggaraan Kongres PII 2018 di Padang, Persatuan Insinyur Indonesia diharapkan semakin kokoh sebagai rumah besar profesi insinyur nasional, mampu merespons tantangan pembangunan secara strategis, serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.