Add your promotional text...
Mengikuti Prosesi Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus PII Provinsi Sulawesi Tengah
Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Wilayah dan Cabang Persatuan Insinyur Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Sebagai Momentum Strategis Memperkuat Kelembagaan Profesi Insinyur Daerah
10/23/20192 min read


Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi mengukuhkan dan melantik Pengurus Wilayah dan Cabang PII Periode 2019–2022 dalam sebuah acara yang berlangsung di Media Center Universitas Tadulako, Palu. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kelembagaan organisasi profesi keinsinyuran di Sulawesi Tengah, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.
Prosesi pelantikan dan pengukuhan dipimpin langsung oleh Direktur Eksekutif Badan Pelaksana Kesekretariatan PII Pusat, Ir. Faisal Safa, serta dihadiri oleh tokoh nasional bidang pendidikan dan keinsinyuran, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, Guru Besar Teknik Geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus mantan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia periode 2010–2014.
Kepengurusan PII Wilayah Sulawesi Tengah periode ini dinahkodai oleh Prof. Dr. Ir. Amar sebagai Ketua, didampingi Dr. Ir. Syamsul Arifin sebagai Wakil Ketua, Ir. Gufran Ahmad sebagai Sekretaris, serta Ir. Andy Arham Adam, M.Sc. sebagai Bendahara. Susunan kepengurusan ini mencerminkan komitmen PII untuk menghadirkan kepemimpinan kolektif yang kuat, inklusif, dan representatif terhadap keragaman disiplin keinsinyuran di daerah.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso menegaskan bahwa struktur kepengurusan PII Sulawesi Tengah kali ini mengalami pelebaran yang signifikan, seiring dengan penambahan berbagai bidang strategis. Bidang-bidang tersebut meliputi rekayasa industri dan konstruksi, industri manufaktur, kehutanan, pertanian dan perkebunan, peternakan dan perikanan, arsitektur dan pengembangan kawasan perkotaan serta perumahan, mitigasi gempa, hingga bidang komunikasi. Seluruh bidang tersebut tersebar dan melibatkan pengurus di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
“Dengan pelebaran struktur organisasi dan penambahan jumlah pengurus ini, diharapkan PII dapat menjalankan fungsi dan peranannya secara lebih maksimal sebagai organisasi profesi keinsinyuran, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014,” ujar Prof. Djoko.
Rangkaian acara pengukuhan kemudian dilanjutkan dengan seminar bertema peran dan tantangan tenaga teknik profesional dalam pembangunan nasional di era Revolusi Industri 4.0. Seminar ini menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi, adaptasi teknologi, serta sinergi antara dunia akademik, industri, dan pemerintah dalam menjawab tantangan transformasi digital dan pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Mahfudz MD, dalam tanggapannya menyampaikan bahwa keberadaan PII menjadi wadah strategis bagi para insinyur di Sulawesi Tengah untuk bernaung secara profesional dan legal. Ia menekankan bahwa penerbitan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2019 sebagai turunan dari UU Keinsinyuran merupakan langkah krusial dalam memperkuat sistem profesi insinyur di Indonesia.
“Ketika PP ini diterbitkan, akan terjadi lonjakan pendaftaran sarjana teknik untuk memperoleh gelar insinyur dan sertifikasi profesi. Tanpa kesiapan sistem, kondisi ini berpotensi menimbulkan bottleneck yang cukup serius,” ungkap Mahfudz.
Di akhir acara, Ketua PII Wilayah Sulawesi Tengah terpilih, Prof. Dr. Ir. Amar, menyampaikan komitmennya untuk mendorong percepatan implementasi regulasi keinsinyuran, membangun platform sistem informasi digital PII, serta menjadikan PII sebagai rujukan utama dalam isu-isu strategis dan kontemporer yang berkaitan dengan sains, rekayasa, dan teknologi di tingkat daerah maupun nasional.
Pelantikan ini menandai langkah awal PII Sulawesi Tengah dalam memperkuat peran insinyur sebagai aktor utama pembangunan daerah, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menghadapi tantangan pembangunan di era transformasi industri dan teknologi.











