Add your promotional text...
Program Profesi Insinyur Membangun Insinyur Profesional Berbasis Praktik
Refleksi perjalanan akademik dan profesional melalui Program Studi Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia menyatukan pengalaman lapangan, standar keinsinyuran, dan etika profesi untuk mencetak insinyur yang kompeten dan berdaya saing global
4/7/20182 min read


Perjalanan menjadi Insinyur Profesional bukan sekadar tentang gelar, tetapi tentang proses pembelajaran, pembentukan etika, dan tanggung jawab keprofesian.
Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI) atas dukungan akademik dan profesional yang saya terima selama menempuh Program Profesi Insinyur (PPI) — mulai dari sistem pembelajaran, bimbingan kolokium studi kasus, hingga publikasi ilmiah ber-ISBN yang relevan dengan praktik industri.
Yang paling berharga dari proses ini adalah terbangunnya ruang dialog yang terbuka, komunikatif, dan aplikatif antara akademisi dan praktisi, di mana materi perkuliahan tidak berhenti pada tataran teoritis, melainkan terhubung langsung dengan realitas lapangan mulai dari profesionalisme insinyur, penguatan kompetensi berbasis praktik, penerapan keselamatan, kesehatan kerja, dan lingkungan (K3L), hingga pembahasan tantangan industri di era Industry 4.0.
Sebagai riset studi pada presentasi kolokium, saya mengangkat studi kasus dari pengalaman profesional di industri beton pracetak dengan judul “Analisis dan Optimalisasi Kapasitas Produksi Tiang Pancang Beton Pracetak" Studi Kasus Pengalaman Production Manager di PT Komponindo Betonjaya sebagai refleksi bahwa pendidikan profesi insinyur harus lahir dari persoalan nyata di lapangan.
Kolokium pada riset ilmiah ini mengkaji secara komprehensif upaya analisis dan optimalisasi kapasitas produksi tiang pancang beton pracetak pratarik melalui pengalaman langsung sebagai Production Manager di PT Komponindo Betonjaya (KOBE), dengan menempatkan praktik keinsinyuran sebagai sumber utama pengetahuan berbasis problem nyata industri. Kajian dilakukan melalui evaluasi menyeluruh terhadap seluruh alur produksi, mulai dari persiapan material, proses stressing, pengecoran, curing, hingga handling dan penyimpanan, yang kemudian mengidentifikasi berbagai bottleneck operasional seperti ketidakseimbangan cycle time, rendahnya utilisasi mold, keterbatasan sinkronisasi antarproses, serta pengaruh kedisiplinan tenaga kerja terhadap tingkat produktivitas.
Dalam konteks tersebut, budaya keselamatan dan produktivitas kerja Jepang melalui penerapan 5S dipahami sebagai metode manajemen tempat kerja yang menjadi fondasi keselamatan, kualitas, dan efisiensi, khususnya di industri manufaktur dan konstruksi, serta diposisikan sebagai prasyarat sebelum penerapan Kaizen dan penguatan kompetensi sumber daya manusia.
Hasil kolokium riset menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas produksi tidak selalu menuntut penambahan investasi peralatan, melainkan dapat dicapai melalui rekayasa proses, perencanaan dan pengendalian produksi berbasis data aktual, peningkatan koordinasi lintas fungsi, serta penguatan budaya continuous improvement. Studi ini menegaskan bahwa pendidikan profesi insinyur idealnya berangkat dari real problem industri, di mana pengalaman profesional ditransformasikan menjadi pengetahuan akademik yang sistematis, aplikatif, dan relevan, sekaligus memperkuat peran insinyur profesional sebagai pemecah masalah, pengambil keputusan, dan pencipta nilai dalam sistem industri konstruksi beton pracetak.
Rangkaian proses akademik dan profesional tersebut dilalui secara bertahap, dimulai dari Kuliah Umum pada 17 Februari 2018, dilanjutkan dengan Seminar Kolokium pada 6 Mei 2018, kemudian Pengambilan Sumpah Insinyur pada 23 Juni 2018, dan ditutup dengan Wisuda Profesi pada 24 Juni 2018, di mana gelar Ir. resmi disandang sebagai amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.
Terima kasih kepada para dosen dan pimpinan FTI UMI yang telah membangun ekosistem pendidikan profesi yang visioner. Selamat juga atas pencapaian MURI sebagai perguruan tinggi pertama penyelenggara Program Profesi Insinyur. Mari kita terus membangun insinyur Indonesia yang kompeten, beretika, dan berdaya saing global.





